Selasa, 13 Maret 2012

Ide Membuat Film

Dari mana kita mendapatkan ide ?
Dalam pelatihan-pelatihan pembuatan film, seringkali muncul pertanyaan. Dari mana ide bisa didapat ? Kecenderungan jawaban yang berkembang adalah dari mana saja. Keluarga, kawan, musik, baca buku dan lain sebagainya.
Memang pendapat ini tidaklah salah,
sebab kita memang bisa mendapatkan ide dari manapun. Namun kalau seorang pembuat film ditanya, dari mana dia mendapatkan idenya, maka ada jawaban menarik dari beberapa pembuat filmnya, yaitu dari kesehariannya. Dikarenakan permasalahan-permasalahan yang ada di dirinyalah yang dia pahami.
Benar sekali, bahwa dalam membuat film - terutama yang baru memulai – akan lebih baik adalah sesuatu yang dekat dengan si pembuatnya, karena sesungguhnya ada tiga tigkatan dalam memahami sesuatu :

  1. Tahu. Ini adalah tingkatan yang paling rendah, sebab kita hanya sekedar mengetahui sesuatu dan biasanya hanya permukaannya saja.
  2. Kenal. Tingkatan yang biasanya, sesuatu itu telah kita ketahui lebih dalam namun terkadang masih banyak juga informasi yang belum diketahui.
  3. Paham. Sesuatu sudah kita ketahui sampai seluk-beluknya sehingga si pembuat sudah sangat dekat dengan permasalahan tersebut.
Contohnya :
Informasi tentang Gang Langgar.
1.Tahu
Bedul tahu letak Gang Langgar, misalnya dekat stasiun atau sebelah Bank Clurut.
2.Kenal
Bedul kenal letak Gang Langgar, misalnya dekat stasiun,  banyak tukang becak mangkal, jalan tersebut satu arah dan banyak anak-anak bermain.
3.Paham
Bedul paham letak Gang Langgar, misalnya dekat stasiun, banyak tukang becak mangkal, jalan tersebut satu arah, banyak anak-anak bermain, kalau malam mesin motor yang lewat harus dimatikan, gang paling aman di daerah itu, dibangun oleh H. Kubil dan lain sebagainya.

***
Intinya, bila ingin mulai membuat film – baik film cerita maupun film dokumenter – sebaiknya mulailah mencari ide dari sesuatu yang dekat dengan pembuatnya. Hal yang paling mudah adalah kamar, rumah, tetangga, lingkungan dst. Selain melatih kepekaan dalam menghadirkan ceritanya, juga memudahkan kita dalam menyediakan dan memperlihatkan elemen-elemen visualnya.
Lalu bagaimana bila kita ingin membuat film yang idenya hanya sesuatu yang menarik kita.  Cara satu-satunya adalah dengan melakukan riset terhadap ide tersebut.  Riset ini tidak harus seperti para peneliti, walalupun kalau kita melakukannya seperti peneliti juga akan lebih baik.  Riset di sini maksudnya adalah kita menggali informasi sebanyak dan sedalam mungkin sehingga pembuatnya dapat memahami permasalahannya.

Sumber : http://www.filmpelajar.com/tutorial/ide-membuat-film

0 komentar:

Posting Komentar

Alexa rank

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons